LSO FPED
Universitas Muhammadiyah Malang
LSO FPED
Universitas Muhammadiyah Malang

KOBARKAN SEMANGAT EKONOM RABBANI MUDA

Author : Administrator | Senin, 25 Februari 2013 09:08 WIB

Bertujuan agar mahasiswa bisa mengenal adanya ekonomi yang sesuai syari’at islam , Forum Pengkajian Ekonomi syari’ah dan Dakwah Islam (FPED) FEB UMM mendatangkan salah satu tokoh ekonomi Dr.Masiyah Kholmi,MM,Ak sebagai pemateri.Acara yang dikemas dalam rangka Launcing Program Sekolah Ekonomi Islam itu mengusung tema “Formulasi Menuju Ekonomi Rabbani.” bertempat di Auditorium (23/12) yang di hadiri oleh  perwakilan LSO , perwakilan ketua tingkat FEB , dan kader FPED.






Mengawali sambutannya, ketua umum FPED Adi Surahman mengungkapkan kondisi perekomonian Indonesia yang saat ini terjadi yang mana dikaitkan dengan tema “formulasi Menuju Ekonomi Rabbani”. Selain itu, pemateri yang diundang juga sangat tepat jika dikaitkan dengan tema.”siapa yang tidak tahu beliau dengan segala kiprahnya.Kesempatan ini harus di manfaatkan dengan baik “ jelas pemuda asal Sulawesi tersebut.

Mengawali materinya, ibu masiyah kholmi  membahas tentang urgensi ekonomi islam ??? beliau menceritakan perekonomian yang di mulai sejak zaman nabi Muhammad namun perekonomian yang dahulu jauh bertolak belakang dengan sistem perekonomian yang sekarang diterapkan, sistem perekonomian yang sekarang ini justru menggunakan 2 kelompok besar kapitalis dan sosialis. Sistem kapitalis memandang bahwa manusia adalah pemilik satu-satunya terhadap harta yang telah di usahakan sedangkan sistem ekonomi sosialis memandang bahwa segala bentuk sumber kekayaan dan alat-alat produksi adalah milik bersama masyarakat. Tetapi dengan adanya sistem ekonomi tersebut perekonomian semakin tidak merata akibatnya banyak kemiskinan dan diskriminalitas. Oleh karena itu jika tindakan  tidak segera teratasi akan mengancam keselamatan dan masa depan umat manusia serta merebaknya budaya matrealisme,hadonisme,prakmatisme.

Masiyah kholmi mengungkapkan dasar pemikiran sistem kapitalis berasal dari Adam Simth yang menurutnya kegiatan ekonomi adalah atas dasar dorongan kepentingan pribadi, yang bertindak sebagai tenaga pendorong yang membimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat mau membayar. Dalam sistem ekonomi kapitalis manusia berusaha mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan menghindari kerugian. Kapitalis sangat erat hubungannya dengan pengejaran kepentingan individu. Kapitalis juga disebut dengan sistem persaingan bebas. Siapa yang mampu memiliki dan mampu menggunakan kekuatan modal secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis. Paham yang mengagungkan kekuatan modal sebagai syarat memenangkan pertarungan ekonomi disebut sebagai kapitalisme. Sementara itu ekonomi islam adalah sistem ekonomi yang mempelajari masalah-masalah ekonomi berdasarkan nilai-nilai Islam. Dalam ilmu ekonomi Islam kita tidaklah berada pada kedudukan mendristibusikan sumber-sumber semau kita namun pembatasan didasarkan pada al-Qur’an dan hadist. Dalam Islam kesejahteraan sosial dapat dimaksimalkan jika sumber ekonomi juga dialokasikan sedemikian rupa sehingga dengan pengaturan kembali keadaannya tidak seorangpun lebih baik dengan menjadikan orang lain lebih buruk di dalam kerangka al-Qur’an atau sunnah.

“adanya gerakan ekonomi rabbani yang dapat memberikan semangat nyatanya membuahkan hasil yaitu para pemuda Indonesia tergugah hatinya dalam membangun satu kebersamaan mewujudkan perekonomian yang sesuai syari’at islam (Al-qur’an & hadist).Dari berbagai penjuru bumi ,para ekonom muda mengikrarkan bahwasanya ekonomi Rabbani harus terus di sukseskan , sebagai bentuk menuju perubahan ekonomi negara kita menuju masyarakat madani “ ujar wanita tersebut.

Sementara itu , wanita yang telah lulus wisuda S2 sejak tahun 1995  juga mengungkapkan kondisi sebenarnya masyarakat di indonesia , ia tidak menyangkal bahwa ada keterpurukan yang sangat terlihat yaitu sebuah kemiskinan semakin memenuhi garis batas warga negara indonesia.

Unsur dari ketragisan kondisi itu antara lain, dengan adanya sistem ekonomi kapitalis yang semakin mendarah daging pada pemerintahan. oleh karena itu pemerintah bahkan seluruh warga indonesia harus introspeksi diri.” Masa depan milik kita ,siapa yang paling bertanggung jawab dan mengembalikan perekonomian sesuai syari’at diawali oleh pemuda-pemudi ekonom dan mahasiswa ekonom  indonesia. Pertanyaanya apakah para ekonom muda indonesia sudah memiliki semangat untuk terus memperjuangkan itu ?tanyanya mengakhiri materi.

Diakhir acara Ketua Umum Fped memberikan sebuah sertifikat kepada pemateri sebagai cinderamata dari LSO FPED dan ucapan takbir untuk membangkitkan semangat atas dibukanya diskusi ekonomi islam.ummi

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image