LSO FPED
Universitas Muhammadiyah Malang
LSO FPED
Universitas Muhammadiyah Malang

Bazar Wisuda 24 November 2012

Author : Administrator | Kamis, 31 Januari 2013 14:19 WIB

Bakso dan Es Doger

“Es doger Rp.4000!!Baksonya mbak  Rp.5000 murah meriah mengenyangkan. Ayo mbak  dan masnya mampir terjamin halal” teriak salah satu pemuda sambil memukul kentongan kecil yang berada pada gerobak baksonya.

bazar wisuda 24 Nov 2012Wisuda lagi  bazar  kembali,  event yang setiap tahun dilaksanakan setiap 4 kali setahun ini nyatanya mulai menarik perhatian organisasi yang berdiam di basement gedung kuliah bersama (GKB) 2 fakultas ekonomi dan bisnis universitas muhammadiyah malang bernama FPED. FPED yang merupakan kepanjangan dari forum pengkajian ekonomi syariah dan dakwah islam tidak hanya mengkaji ekonomi islam saja namun juga ingin mengimplementasikan ilmunya ke dalam dunia nyata serta ingin membentuk organisasi yang mandiri sehingga tidak heran jika sudah dua tahun terakhir ini FPED mulai mengikuti kegiatan bazar wisuda yang biasanya dilaksanakan di lapangan parkir timur perpustakaan.

Bazar wisuda sendiri merupakan salah satu  program kerja dari departemen keuangan yang baru dibentuk oleh FPED  pada tahun 2011. Setelah sukses dengan kantin syariahnya departemen keuangan gencar menghimpun dana  contohnya melalui even bazar wisuda yang dilaksanakan tanggal 24 November 2012 lalu, berbekal gerobak bakso dan es doger para kader FPED baik yang fungsionaris harian maupun maganger carut marut dalam melayani konsumennya yang rata-rata keluarga dari wisudawan.

bazar wisuda umm 24 nov 12 fpedSebagai mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis kegiatan ini sangatlah positif karena dapat membentuk kepribadiaan kewirausahaan serta melatih keberanian.  Menurut penuturan Hanifah Fitriani selaku sekretaris departemen keuangan bahwasanya keuntungan yang didapat cukup membantu keuangan organisasi yang mana selalu lebih dari Rp.100.000 tiap periodenya. “Kalau biasanya kami dilayani sekarang gantian kami yag belajar melayani  dan merasakan bagaimana susahnya menjadi penjual yang harus melayani para pembelinya” tutur gadis asal Sragen jurusan D3 perbankan ini.

Hal yang paling menyulitkan dalam basar wisuda ini adalah mengangkut peralatannya seperti gerobak bakso yang akan dikembalikan seusai acara, perlu  beberapa orang untuk mendorongnya ke arah jalan raya yang memang terletak di dataran tinggi serta promosi yang dilakukan juga termasuk hal yang sukar sebab banyak stan-stan lain yang menjual produk serupa bahkan ada yag sudah menjadi langganan untuk produk yang sama namun hal ini bukan menjadi halangan tapi malah dijadikan motivasi hidup dalam berdagang. Harapannya kegiatan ini akan terus dijalankan dikemudian hari meski telah berganti kepengurusan. Semangat!!!

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image